Kala waktu memakan tawa
Cahaya itu tenggelam dalam keputus asaan
Saat malam mengisi hati
Menyelimuti diri dengan kenyataan pahit
Cahaya itu tenggelam dalam keputus asaan
Saat malam mengisi hati
Menyelimuti diri dengan kenyataan pahit
Setengah
dalam harapan
Separuh dalam keputus asaan
Saat jiwa tak mapu memilih
kau datangkan canda untuk pulihkan diri
Separuh dalam keputus asaan
Saat jiwa tak mapu memilih
kau datangkan canda untuk pulihkan diri
Cahaya itu hadir
keputus asaan terkalahkan oleh harapan
kau berikan senyuman itu
dalam kepahitan yang kurasakan
keputus asaan terkalahkan oleh harapan
kau berikan senyuman itu
dalam kepahitan yang kurasakan
kau
tawarkan sebuah kehangatan
dalam raga yang tak bernyawa
mungkinkah ini mimpi
yang kau tawarkan saat q terluka
mngkinkah ini kenyataan
dalam raga yang tak bernyawa
mungkinkah ini mimpi
yang kau tawarkan saat q terluka
mngkinkah ini kenyataan
yang berselimut kepura-puraan
ataukah sebuah kenyataan
yang kau berikan saat ku terbangun
masih adakah kehangatan itu
ataukah sebuah kenyataan
yang kau berikan saat ku terbangun
masih adakah kehangatan itu
saat ku
sadar dari tidur ku
masih adakah senyuman itu
saatku terbangun dari mimpi burukku
masih adakah senyuman itu
saatku terbangun dari mimpi burukku

0 komentar:
Posting Komentar