Kebudayakan Manusia Terus Berubah Akibat Pengaruh Luar



Kebudayakan dari waktu ke waktu selalu berubah atau bersifat dinamis. Perubahan-perubahan yang terjadi itu di sebabkan oleh dua factor yakni, perubahan dari dalam dan perubahan dari luar. Perubahan dari dalam sesuai analisis saya yaitu manusia dalm hidupnya selalu menginginkan sesuatu yang baru, lebih baik dan sempurna serta dengan bertambahnya jumlah angota keluarga mengebabkan ia (mannusia) dengan kemampuan akalnya  akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.


Misalnya kebutuhan akan  tempat tinggal (rumah) dan beberapa hal-hal lainnya. Sementara, perubahan dari luar yakni dengan masuknya pengaruh asing seperti system pengetahuan dan teknologi karena adanya pertemuan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Dimana manusia yang satu bertindak sebagai pemberi unsur-unsur kebudayaan dan manusia yang lainnya bertindak sebagai penerima kebudayaan tersebut.

Kebudayaan masyarakat papua juga sama seperti yang telah di kemukakan diatas. Sebelum kebudayan papua di pengaruhi oleh kebudayaan dari luar, kebudayaan masing-masing masyarakat setempat di daerah pantai maupun pedalaman tindaklah bersifat statis tanpa mengalami perubahan.

Meskipun perubahan secara tindak nyata bolehlah di katakan bahwa setiap generasi mewujudkan sejumlah hasil pemikiran yang tidak didapati pada kebudayaan yang diwujudkan oleh generasi yang mendahuluinya. Dalam kenyataan terlihat bahwa masyarakat-masyarakat setempat dipapua mewujudkan tata cara kehidupan yang berbeda, system kekerabatan yang berbeda.
Pengetahuan mengenai alat-alat yang terbuat dari besi dan logam oleh masyarakat daerah di pedaman papua, diketahui setelah adanya pengaruh dari luar, yaitu dengan masuknya orang eropa yang datang selain untuk mecari daerah penghasil rempah-rempah juga usaha untuk memperoleh  kekayaan.

Begitu pula dengan penggunaan uang yang di buat oleh pemerintah jajahan Belanda sebagai alat penukar untuk memperoleh barang-barang tertentu, sehingga mendorong sejumlah individu berusaha memperoleh uang yang di pertukarkan dengan barang-barang keinginannya.

Keadaan sebagaimana dijelaskan diatas terjadi pula hampir di semua daerah yang ada di dua Provinsi ini yakni Papua dan Papua Barat. Dimana sebelum masyarakat local menerimah pengaruh dari luar, adat sangat berperan dalam kehidupan masyarakat setempat. Setelah masuknya pengaruh dari luar mengakibatkan peranan adat semakin berkurang ( merosot-red ), seperti masuknya pengaruh agama Kristen yang mentebabkan pembakaran rumah-rumah tradisional serta hal-hal yang di lihat bertentangan dengan agama Kristen.

Masuknya system pemerintahan formal turut juga mempengaruhi system pemerintahan tradional. Seperti semakin menurunnya dinamika gotong royong pada masyarakat. Selain itu juga terdapat perubahan pada rumah yang meliputih; bentuk, ukuran, dan bahan serta lokasi rumah tersebut.

Telah dijelaskan dimuka bahwa kebudayaan bersifat dinamis, sekarang muncul pertanyaan bila kebudayaan bersifat dinamis, apakah unsure-unsurnya bersifat dinamis  ? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perluh kita ketahui apa saja unsur-unsur  kebudayaan itu. Sesuai data yang di input penulis, ada sebanyak tujuh unsur kebudayaan yang universal diantaranya yakni, Bahasa, Sitem pengetahuan, Organisasi Sosial, Sistem peralatan hidup dan Teknologi, Sistem Mata Pencaharian Hidup, Sistem Religi dan Kesenian.

Dari ketujuh unsur tersebut saya lebih memperhatikan unsur Teknologi, secara khusus adalah teknik pembuatan rumah.

Mengapa teknik pembuatan rumah itu penting ? Alasan karena rumah mempunyai arti tertentu bagi pemiliknya. Rumah merupakan salah satu hasil kebudayaan yang terdapat pada semua masyarakat atau manusia di dunia.

Rumah di bangun dengan mempunyai bentuk, motif dan arsitektur dalam kebudayaan, selain itu selama ini sejumlah referensi yang berhubungan dengan teknik membuat rumah sebelum terungkap. Hal ini penting untuk di teliti sebelum punah, berubah dan menghilang.


Bagian pertama, fungsi social yaitu rumah tempat tinggal keluarga kecil atau keluarga besar, rumah suci, rumah pertahanan, dan tempat berkumpul umum. Bagian kedua, fungsi pemakaian yaitu tenda atau gubuk yang segera dapat dilepas dan rumah untuk menetap.

Rumah juga berfungsi untuk menunjukkan wilaya klien tertentu ( marga tertentu ). Kondisi persoalan ini dipersulitkan oleh munculnya kecenderungan dari petua-petua itu sendiri untuk memilih rumah modern, karena tidak mempertahankan bentuk rumah tradisional. Keadaan ini juga berakibat pada menurunnya partisipasi dari sejumlah fungsionaris adat dalam rumah...semoga…!!! 



By:Putra Wuput

0 komentar:

Posting Komentar

BBB

BBB

TTTTTTTT

TTTTTTTT

RRRRRRRRRRRRRRRRR

RRRRRRRRRRRRRRRRR

GGGGGGGGGGGGGG

Postingan Populer


Statistik Pengunjung

  Online = 3
  Hari ini = 285
  Total = 84898

Peta Lokasi



Sassy Bookmarks byBlogs Daddy

AddThis Sharing Sidebar

 
Desaing : Website | Pembuat | Roda Abaimaida
Copyright © 2017. Abaimaida Community Perjuagan Tampa Batas
Anak Kampung Abaimaida News Publikasih Abaimaida Luntur
Community Radar Abaimaida